BUDAYA K3 JAMIN STABILITAS EKONOMI NASIONAL
BERAU - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia Muhaimin Iskandar dalam sambutan tertulis yang dibacakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berpesan agar kegiatan Kesehatan dan keselamatan kerja (K3 ) rutin dilaksanakan setiap tahun. Budaya K3 diyakini mampu menjamin stabilitas usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Nasional.
“Dalam pencapaian visi K3 nasional telah banyak keberhasilan yang dicapai. Yaitu jumlah tenaga pengawas ketenagakerjaan di
Indonesia terus bertambah, meningkatnya
peran masyarakat dalam pembinaan K3 dan semakin tingginya kesadaran perusahaan menerapkan K3,” ucap Gubernur saat menjadi Pembina upacara peringatan K3 Nasional tahun 2014 di Lapangan Pemuda - Berau, Senin (17/2).
“Dalam pencapaian visi K3 nasional telah banyak keberhasilan yang dicapai. Yaitu jumlah tenaga pengawas ketenagakerjaan di
Indonesia terus bertambah, meningkatnya
peran masyarakat dalam pembinaan K3 dan semakin tingginya kesadaran perusahaan menerapkan K3,” ucap Gubernur saat menjadi Pembina upacara peringatan K3 Nasional tahun 2014 di Lapangan Pemuda - Berau, Senin (17/2).
Ditambahkan, prestasi lain yang dicapai adalah meningkatnya asosiasi profesi K3 dan perguruan tinggi yang memiliki program K3. Serta Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan Asia Pacific Occupational ke-28 bersamaan dengan acara tahunan K3 expo.
Adanya keberhasilan tersebut diharapkan mampu menjadikan Indonesia bisa sejajar dengan negara lain dalam menerapkan budaya K3. Untuk itu, semua potensi bangsa baik organisasi profesi, asosiasi, perguruan tinggi dan lembaga-lembaga K3 bisa berkonsentrasi penuh dan bekerja lebih baik.
“Pemerintah juga berperan dalam pelaksanaan K3 di Indonesia. Tujuan yang dicapai yaitu menciptakan setiap individu bangsa berperilaku dan bertindak aman dalam setiap aktivitasnya,” imbuhnya.
Mengingat hal tersebut, maka diperlukan penerapan K3 yang lebih intensif dan akuntabel yaitu melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Selain itu,di harapkan K3 bisa diintegrasikan di setiap jenjang manajemen perusahaan.
Mengingat hal tersebut, maka diperlukan penerapan K3 yang lebih intensif dan akuntabel yaitu melalui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Selain itu,di harapkan K3 bisa diintegrasikan di setiap jenjang manajemen perusahaan.
“Caranya melalui pendekatan prinsip-prinsip manajemen sehingga mengurangi kecelakaan kerja, menekan tingkat keparahan dan yang selalu kita dambakan bersama yaitu pencapaian kecelakaan nihil,” tegas mantan Anggota DPR RI itu.
Peringatan K3 diakhiri dengan demo penyelamatan high rescue oleh tim rescue PT Berau Coal. Kegiatan lain, Gubernur Awang Faroek didampingi Bupati Berau Makmur HAPK menyerahkan beberapa penghargaan. Diantaranya, penerima zero accident untuk 141 Perusahaan, penghargaan HIV/AIDS (12 perusahaan) dan Pembina K3 (3 Daerah). Selain itu, diserahkan juga penghargaan BPJS 4 terbaik dan penghargaan SMK3 (4 perusahaan). (ris-gus/diskominfo)
Keterangan foto: Gubernur Awang Faroek Ishak menyerahkan berbagai penghargaan kepada perusahaan. Kegiatan dilaksanakan pada peringatan K3 Nasional tahun 2014 di Lapangan Pemuda, Berau (17/2) (rzky/diskominfo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar